Sunday, July 29, 2018

Dasar-Dasar Kamera Digital, Teknologi CCD, Teknologi CMOS, Media Penyimpan, Zoom

Cara Kerja Kamera Digital

Kamera biasa/konvensional menggunakan lensa untuk mentransfer hasil foto ke dalam negatif film dari cahaya yang ditangkap. Adapun kamera digital menggunakan sensor CCD, CMOS, atau X3 untuk menangkap gambar. Hasilnya dapat dilihat secara langsung pada layer LCD. Gambar tersebut dapat direkam dalam format digital ke media penyimpanan digital, semacam Compact Flash, Secure Digital, Memory Stick, dan sebagainya. Penyimpanan gambar dalam bentuk data digital menjadikan gambar dapat ditransfer ke komputer untuk diedit warna, ketajaman, dan kecerahannya secara mudah.

Kamera digital pada dasarnya memiliki cara kerja yang hampir sama dengan kamera film. Pada kamera film analog, cahaya yang masuk pada lensa diproyeksikan ke film berukuran 35mm. Sementara pada kamera digital, cahaya dari lensa diproyeksikan ke sensor kamera (CCD maupun CMOS).

Sensor terdiri dari piksel yang menangkap sinar. Semakin besar suatu piksel di sensor, semakin baik pula kemampuan piksel untuk merekam detil bayangan dan sinar dalam suatu waktu. Tetapi umumnya ukuran sensor kamera digital lebih kecil dari area film analog, sehingga tampilan akan lebih kecil dari standar ukuran normal (focal length 50 mm). Focal length merupakan jarak antara lensa dan permukaan sensor. Di bawah ukuran 50 mm, objek akan ditangkap dengan area yang lebih luas. 


Sensor umumnya memakai format RGBG, dengan piksel untuk menangkap warna hijau lebih banyak. Mengingat kamera digital mempunyai sensor yang lebih kecil dari film, maka panjang titik api lensa pun tidak berlaku seperti kamera film biasa.

Meskipun idealnya ukuran sensor harus setara dengan film, tetapi karena ongkos produksi dipastikan akan lebih mahal, sensor kamera digital pada umumnya lebih kecil dari kamera film. Untuk kamera digital SLR profesional, ukuran sensor hampir sama dengan ukuran film 35mm. Tentunya harga kamera digital SLR profesional jauh lebih mahal dibandingkan kamera prosumer atau malah point and shoot.

CCD dan CMOS memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. CMOS memiliki keunggulan pada harga kamera yang lebih terjangkau karena ongkos produksi yang murah. Sedangkan CCD memiliki keunggulan lebih peka cahaya. Jadi pada kondisi redup (sore/malam) tanpa bantuan lampu kilat CCD masih bisa menangkap objek dengan baik, sedangkan CMOS menafsirkan gelap terang menjadi buram meskipun tingkat noise CMOS lebih kecil dibandingkan CCD.

Beberapa kamera digital yang menggunakan sensor CMOS memiliki fitur unik. Selain berfungsi sebagai kamera, juga dapat sebagai Webcam yang dihubungkan dengan komputer. Fitur ini sering dimanfaatkan untuk video conference melalui jaringan internet.


Teknologi CCD telah dikembangkan untuk meningkatkan kualitas gambar. CCD terdiri dari kumpulan piksel atau elemen gambar yang disusun dalam matrix X,Y, yang terdiri dari baris dan kolom. Tiap piksel terdiri dari fotodioda. Fotodioda mengubah cahaya (photon) menjadi elektron.

Banyaknya elektron yang dikumpulkan sesuai dengan intensitas cahaya, lalu dipindahkan ke kolom-kolom. Selanjutnya muatan tersebut akan dibaca, per baris data, termasuk sinyal dari suatu piksel di setiap kolomnya ditransfer. Proses perpindahan didaftarkan dari vertikal ke horisontal, muatan tersebut akan dibaca secara seri. Proses ini akan terus berulang sampai gambar dapat dilihat. Perhatikan Gambar 1.5.


CMOS dibuat dengan proses standar silikon seperti mikroprosesor. Arsitektur CMOS dibuat seperti sel memori atau flat panel display. Tiap pikselnya juga berisi fotodioda, yang berfungsi untuk mengubah cahaya menjadi elektron.


Dewasa ini teknologi fotografi digital menjadi semakin cepat, sensor CCD dan CMOS sama-sama berkembang. Masing-masing telah dapat mencapai ukuran lebih dari 10 MP. Kamera dengan teknologi CCD seperti Olympus dan Nikon, serta kamera dengan sensor CMOS seperti Canon, berkembang bersamaan. Jadi akan sulit untuk menentukan mana yang terbaik di antara dua sensor tersebut. Jawabannya tergantung pada selera dan kegemaran masing-masing pengguna.

LCD

Liquid Crystal Display (LCD) merupakan fasilitas utama yang harus dimiliki kamera digital. Fitur LCD termasuk salah satu revolusi dari kamera analog ke digital. Dengan LCD, Anda dapat melihat preview atau tampilan dari bidikan, sekaligus memeriksa foto Anda dengan berbagai macam fasilitas informasi di dalamnya.

Di dalam LCD juga berisi informasi pengaturan yang sedang dilakukan, meliputi pengukuran pencahayaan, diagframa, kecepatan shutter, white balance, fokus, kompensasi pencahayaan, mode metering, mode drive, dan sebagainya. Bahkan LCD pada kamera-kamera tertentu dapat digunakan sebagai preview sebelum memotret.

LCD adalah fasilitas yang penting sebagai pendamping viewfinder. Ibaratnya, tanpa LCD sebuah kamera digital tidaklah bisa disebut sebagai kamera digital.

Media Penyimpan

Selain LCD, media penyimpan juga merupakan terobosan pada digitalisasi fotografi. Keberadaan media analog film rasanya semakin ketinggalan dengan kehadiran teknologi memory card. Memory card dapat menyimpan ratusan gambar sekaligus, serta dapat digunakan berulang-ulang. Kepraktisan dan efisiensi adalah kunci dari fotografi digital.

Kapasitas media penyimpan menentukan seberapa banyak hasil foto yang bisa ditampung. Media simpan yang umum dipakai saat ini adalah Secure Digital (SD), Compact Flash (CF), Multimedia Card (MMC), xD Card (Fuji dan Olympus), dan Memory Stick (Sony). Harga memory card tentu saja bervariasi, tergantung pada merk, kecepatan, dan kapasitas.

Kamera digital dengan resolusi sensor tinggi 8 MP atau 10MP, membutuhkan media simpan yang besar juga. Kamera digital berukuran 8MP yang dilengkapi kartu memori 1 GB dengan pengaturan JPEG Normal atau HQ akan dapat menyimpan kurang lebih 400-an foto.

Zoom

Dalam kamera digital kita juga mengenal zoom. Fungsi zoom untuk memperbesar gambar, sehingga Anda tidak perlu mendekati objek untuk memperoleh ukuran yang diinginkan. Kamera digital biasanya dilengkapi dengan zoom melalui proses digital yang biasa disebut digital zoom, yang dikombinasikan dengan zoom melalui optik atau lensa, yang disebut optical zoom. Perpaduan keduanya menghasilkan zoom yang berlipat.

Lampu Kilat

Seperti pada kamera konvensional, pada kamera digital terdapat juga lampu flash. Flash berfungsi menghasilkan kilatan cahaya untuk membantu mendapatkan gambar yang jelas jika kondisi objek gelap atau kurang cahaya. Lampu flash sangat berguna di malam hari atau pada pemotretan objek gelap, seperti di dalam ruangan.

dapat mengurangi guncangan akibat tekanan pada tombol pengambilan gambar.

Slot Card Reader

Card reader adalah alat tambahan yang digunakan untuk membaca memory card pada kamera digital. Pada saat kita membeli kamera digital, pada produk pasti sudah disertakan kabel dan driver untuk mentransfer/memindahkan foto dari kamera ke komputer. Namun jika kita menggunakan alat yang disebut card reader, kita akan menghemat waktu untuk mentransfer dari kamera ke komputer. Selain proses transfer dapat dilakukan dengan cara yang sangat mudah, menggunakan card reader kamera kita tidak perlu dihidupkan (on) sehingga kita juga bisa menghemat umur battery.

Lampu Kilat (Flash)

Rata-rata produk kamera digital dilengkapi dengan lampu kilat yang terintegrasi atau built in. Ada flash yang otomatis membuka saat kondisi pencahayaan kurang, dan ada yang perlu dijalankan dengan menekan tombol on. Flash berguna sebagai pendukung cahaya, apabila kurang cahaya. Gambar yang diambil dalam kondisi agak gelap dapat tetap tampil maksimal.

Anda juga dapat memeriksa apakah pada kamera disediakan pengurang efek mata merah. Beberapa produk juga datang dengan mode untuk pengambilan gambar di malam hari atau night scene.

Daya Tahan Baterai

Anda perlu memperhatikan berapa lama sumber listrik ini bisa bertahan. Memilih baterai yang bisa diisi ulang (rechargeable) adalah tindakan bijaksana dan lebih hemat.

Koneksi

Perhatikan koneksi kamera digital ke komputer, televisi, atau printer. Selain itu, Anda juga dapat memeriksa dukungan PictBridge. PictBridge membuat Anda leluasa mencetak gambar langsung dari kamera digital, meski dengan tipe printer yang berbeda mereknya.

Penghitungan Harga

Anda perlu memeriksa dan membandingkan harga, termasuk menghitung perencanaan pembelian peranti pendukung kamera digital tersebut, seperti baterai isi ulang dan adapter AC.

Waktu Operasi

Pilih kamera digital yang tidak membutuhkan waktu terlalu banyak setelah jeda pengambilan gambar. Selisih waktu 4 hingga 6 detik saja mungkin membuat Anda kurang puas dengan kinerja si ramping.

Bandingkan Harga dan Garansi

Jika Anda memiliki waktu luang, tidak ada salahnya melakukan riset kecil-kecilan sebelum membeli. Selain itu perhatikan juga garansi.

Mencari Lebih Banyak Informasi

Ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu kemampuan, spesifikasi, dan kekurangan kamera yang Anda taksir untuk dibeli itu. Bertanya kepada pakar, atau orang yang sudah pernah menggunakan akan sangat membantu kita menentukan apakah kamera tersebut layak dibeli. Beberapa website di internet banyak memberikan review tentang kamera digital, mulai dari yang mengulas secara global sampai di-review sedetil-detilnya. Tempat diskusi di Internet juga sangat dianjurkan untuk dijadikan referensi sebelum membeli kamera digital. 

Jangan hanya terpikat pada bentuk tubuh yang menggoda, tapi perhatikan isi atau fitur yang ada di dalam suatu produk.

Readmore → Dasar-Dasar Kamera Digital, Teknologi CCD, Teknologi CMOS, Media Penyimpan, Zoom

Friday, January 26, 2018

Catatan Harian Aisha Malam Jumat 26 Januari 2018

Catatan Harian Aisha Malam Jumat 26 Januari 2018


Disekolah terlihat seorang siswa berlarian karena dikejar oleh dua orang bodyguard dan siswa itupun menabrak arga sehingga sehingga buku yang dipegang Arga terjatuh. Siswa itu pun berhenti, arga memperhatikannya dan melihat sebuah kalung di leher siswa itu. Ternyata Arga kenal siswa tersebut dia bernama Luna. Teman diwaktu kecil saat Arga berada di panti asuhan Bandung. Luna adalah orang kaya yang sering berkunjung ke panti asuhan tempat Arga di asuh.


Readmore → Catatan Harian Aisha Malam Jumat 26 Januari 2018

Wednesday, January 17, 2018

Sinopsis dan Cuplikan Orang Ketiga Episode 03-04

Sinopsis dan Cuplikan Orang Ketiga Episode 03-04

Readmore → Sinopsis dan Cuplikan Orang Ketiga Episode 03-04

Tuesday, January 16, 2018

Sinopsis dan Cuplikan Video Orang Ketiga Episode 01 - 02

Sinopsis dan Cuplikan Video Orang Ketiga Episode 01 - 02 

Afifah adalah seorang wanita berusia 33 tahunan yang cantik, full time house wife, yang hidup dalam kemewahan dan tak pernah kekurangan sepanjang pernikahannya. Suatu hari disebuah supermarket barang-barang mewah, Afifah melihat Aris tengah membeli perhiasan bersama seorang perempuan muda cantik bernama Riska. Afifah yang curiga langsung menghampiri suaminya dan bertanya siapa Riska.

Aris menjelaskan bahwa Riska adalah karyawan magang di kantornya dan Aris mengajak Riska ke sana untuk membeli perhiasan untuk klien karena selera Riska terhadap perhiasan bagus. Afifah langsung cemas dan merasa Aris tengah berselingkuh dengan Riska.



Readmore → Sinopsis dan Cuplikan Video Orang Ketiga Episode 01 - 02

Saturday, December 9, 2017

Anak Langit Malam Jumat 09 Desember 2017

Anak Langit Malam Jumat 09 2017
Readmore → Anak Langit Malam Jumat 09 Desember 2017

Rahmat Cinta Hari Jumat 08 Desember 2017

Rahmat Cinta Hari Jumat 08 Desember 2017

Readmore → Rahmat Cinta Hari Jumat 08 Desember 2017

Thursday, December 7, 2017

Sinopsis Rahmat Cinta Kamis 07 Desember 2017 Full

Sinopsis Rahmat Cinta Kamis 07 Desember 2017 Full


Bulan Madu Dewa dan Bela tidak berjalan mulus, kemana mereka pergi selalu diikuti oleh Andrey.
Dewa berhasil meredakan kecemburuan Bella pada Risa.
Sementara Tineke Seorang Janda kaya, hartanya menjadi incaran Mantan Suaminya (Martin) dan Sarah dan bahkan ingin menipu Tinneke. Tinneke mengetahui akan hal itu saat Martin menelepon Sarah, maka Tinnekepun tidak tinggal diam. Nah untuk selengkapnya silahkan tonton Video berikut.


Readmore → Sinopsis Rahmat Cinta Kamis 07 Desember 2017 Full

Saturday, April 8, 2017

Mengenal Digital Zoom dan Optical Zoom

Mengenal Digital Zoom dan Optical Zoom


Beberapa kamera digital, khususnya yang point and shoot maupun yang prosumer memiliki dua fasilitas, yaitu optical zoom dan digital zoom. Zoom optical bekerja seperti lensa zoom pada kamera film. Perubahan perbesaran terletak pada titik api lensa, sehingga subjek yang didekatkan akan tampak lebih besar tanpa berkurang kualitas gambarnya.

Sedangkan zoom digital hanya melakukan pemotongan gambar menjadi ukuran yang lebih kecil, kemudian memperbesar bagian yang dipotong tersebut untuk mengisi seluruh frame (bingkai) sebagaimana diinginkan.

Dengan kata lain, zoom digital menyebabkan kualitas menjadi sangat menurun dari gambar asli. Pixel yang tampak akan terkesan kasar dan tidak halus, seperti contoh gambar berikut ini.

Pentingkah Digital Zoom?


Apabila Anda telah terbiasa mengggunakan kamera SLR analog film, kemungkinan besar Anda akan menghindari digital zoom. Digital zoom bukanlah zoom yang sesungguhnya, karena hanya memperbesar bagian gambar tertentu tanpa mendekatkan, sehingga kualitas gambarnya akan jelas menurun. Digital zoom dapat dilakukan melalui software editing, seperti Photoshop, sedangkan optical zoom hanya dapat dilakukan oleh kemampuan dan kualitas lensa.

Gntuk itu, perlu diperhatikan apabila produsen kamera menawarkan kemampuan digital zoom yang tinggi. Apabila Anda membandingkan kamera point and shoot atau prosumer, pertimbangkanlah optical zoom yang disediakan, jangan hiraukan digital zoom yang disediakan. 

Berapa Optical Zoom yang Dibutuhkan?
Secara umum semakin besar kemampuan zoom suatu kamera, semakin mahal harga kamera digital tersebut, khususnya kamera prosumer dan point and shoot. Adapun kamera Digital SLR, tipe lensa yang digunakan biasanya disediakan terpisah dari body kamera yang dijual.

Lalu berapa optical zoom yang dibutuhkan? Tentu saja jawabnya akan relatif dan bergantung pada kebutuhan Anda. Untuk memotret kebutuhan umum seperti keluarga dan teman-teman, zoom optis 3x sudah mencukupi. Sedangkan untuk mengambil foto pemandangan, kehidupan binatang liar, atau arsitektur, Anda membutuhkan sekurang-kurangnya 5x optical zoom. Kemampuan zoom sangat penting untuk memotret even olahraga, sehingga dibutuhkan kemampuan optis sekitar 10x optical zoom. Dengan kemampuan zoom yang tinggi, Anda dapat mengambil subjek yang berjauhan tanpa kehilangan detilnya.

Kompensasi Pencahayaan

Kompensasi pencahayaan adalah fasilitas pada kamera untuk mengatur pengukuran pencahayaan secara otomatis, menggunakan light meter kamera digital. Kisaran pengaturan otomatis antara +2 sampai -2 EV dengan pengaturan 1/3 steps.

Dengan kompensasi pencahayaan ini, kamera akan mengambil tiga gambar berurutan, gambar dengan pengukuran pencahayaan tepat, underexposure, dan overexposure.

Apabila kamera digital Anda tidak dilengkapi fasilitas otomatis kompensasi pencahayaan, Anda dapat mengatur secara manual. Misalnya apabila pengukuran pencahayaan kecepatan 1/125 pada diagframa f/4, Anda dapat mengurangi pencahayaan sendiri dengan membuat diagframa pada f/5.6. Apabila ingin melebihkan pencahayaan, dapat diatur diagframa pada f/2.8 (apabila memungkinkan). Anda dapat menggunakan pengaturan kecepatan untuk mengurangi atau melebihkan kompensasi pencahayaan.
Exposure Bracketing

Saat ini banyak kamera digital yang dilengkapi dengan fasilitas Automatic Exposure Bracketing (AEB). Fasilitas ini memungkinkan Anda mengambil tiga gambar dalam satu kali tekan tombol shutter, dengan tiga tipe pengukuran pencahayaan, yaitu pengukuran pencahayaan tepat, pengukuran pencahayaan kompensasi negative (-1/3 EV), dan pengukuran pencahayaan positif (+1/3 EV).
Readmore → Mengenal Digital Zoom dan Optical Zoom

Memahami Kecepatan Shutter, Memahami Diagframa, Ruang Tajam (Depth of Field)

Memahami Kecepatan Shutter


Kamera baik yang digital maupun analog, pada dasarnya memiliki fungsi yang serupa atau memiliki fungsi-fungsi umum. Fungsi-fungsi dasar kamera tersebut antara lain kecepatan rana (shutter), diagframa lensa, mode pencahayaan, optical dan digital zoom, kecepatan ISO, dan kompensasi pencahayaan.

Keberadaan shutter atau pelepas rana kamera sangat terkait erat dengan diagframa lensa. Pengaturan yang dilakukan di shutter akan berpengaruh pada diagframa lensa kamera, begitu juga sebaliknya.

Shutter atau pelepas rana pada kebanyakan kamera SLR (analog maupun digital) adalah tirai yang bergerak horizontal atau vertikal yang terletak berdekatan dengan tempat film (pada kamera analog), atau di antara lensa dan body kamera (pada kamera digital SLR). Tetapi tentu saja hal itu berbeda pada kamera point and shoot atau prosumer. Meskipun prinsipnya tetap sama.

Pada kamera yang dapat diatur manual atau dengan prioritas pengaturan rana, Anda dapat mengatur kecepatan rana. Kecepatan rana yang baik, misalnya lebih dari 1/250 detik, akan menghasilkan gambar yang tajam karena menangkap gerakan subjek. Subjek dapat dibekukan meskipun bergerak cepat. Sedangkan kecepatan rana lambat di bawah 1/15 detik akan menyebabkan gambar subjek yang tertangkap akan kabur (blur). Pada kebutuhan tertentu, efek kabur sangat dibutuhkan untuk menampilkan kesan gerak.

Anda dapat mencegah agar subjek yang tertangkap tidak kabur karena gerakan kamera saat Anda melepas tombol shutter. Hal ini dapat dilakukan dengan memilih kecepatan rana tidak lebih lambat dari ekivalen panjang titik-api lensa (/bea/ length) dalam milimeter, atau memilih pada kecepatan terdekat yang tersedia. Misalnya, apabila Anda menggunakan lensa zoom 28-80mm dan memotret pada titik api lensa 80 mm, kecepatan rana untuk mencegah kekaburan adalah 1/80 detik atau bahkan lebih cepat apabila memungkinkan.

Pada kamera analog SLR, tombol pengaturan kecepatan rana dapat ditemui pada badan kamera sebelah atas (dengan tombol memutar).

Tetapi pada kebanyakan kamera digital SLR atau prosumer, tombol tersebut tidak disediakan secara khusus. Fitur ini dapat diakses dengan mengaktifkan menu Manual (M) atau Shutter (S), kemudian mengubahnya dengan knob memutar yang telah disediakan.

Seperti halnya shutter atau kecepatan rana, diagframa dalam lensa juga dapat diatur bukaannya. Semua kamera SLR dan beberapa model kamera point and shoot dan prosumer keluaran terbaru juga dilengkapi fasilitas ini.

Besar kecil bukaan diagframa sangat penting untuk mengontrol pencahayaan yang masuk dan ruang tajam (depth offield). Suatu bukaan lensa yang besar, memasukkan lebih banyak cahaya dan memberikan ruang tajam yang lebih sempit. Sedangkan bukaan kecil memasukkan sedikit cahaya tapi memberikan ruang tajam yang besar.

Ukuran bukaan dinyatakan dalam angka f, atau seringkali disebut sebagai f/stop. Ukuran ini dapat saja membingungkan, karena angka kecil berarti lubang bukaan besar, dan angka f besar berarti lubang bukaan kecil.

Depth of Field (DOF) merupakan istilah yang seringkali muncul dalam dunia fotografi. Istilah ini telah lahir jauh sebelum teknologi fotografi digital muncul. Dengan kata lain, DOF merupakan salah satu teknik utama yang harus diketahui bagi peminat fotografi. Secara mudah, DOF dapat diketahui sebagai suatu jarak di mana objek berada dalam fokus.

Secara teknis, DOF merupakan area di mana ketajamannya dapat diketahui, area di depan dan belakang. Fokus pada subjek dapat terjaga secara bersama dengan satu komposisi yang menarik.

Circle of Confusion (COF)

Dengan DOF, hanya subjek yang diinginkan saja yang fokus (tajam), sedangkan objek lain di depan dan belakang kabur (out of focus). Seberapa out of focus tergantung pada suatu istilah Circle of Confusion (COC). Namun untuk mendapatkan foto dengan ruang tajam atau DOF yang baik, Anda tidak perlu merisaukan soal COC.

Untuk memahami COC, bayangkan saja apabila Anda mengambil gambar tiga gelas yang disusun berurutan di depan, tengah, dan belakang. Pada pandangan mata biasa, Anda akan melihat bahwa semua subjek gelas berada pada fokus yang sama atau sama-sama tajam. Kemudian fokuskan lensa hanya pada gelas di tengah. Dengan bukaan diagframa lensa berapapun, Anda akan mendapatkan fokus terbaik hanya pada gelas di tengah, meskipun ketiganya tampak tajam.

Anggap saja dua gelas di depan dan belakang sebagai suatu lingkaran mengelilingi gelas yang fokus di tengah. Dengan kata lain, dari pandangan lensa kedua gelas tidak fokus, meskipun sebuah foto. Ketika Anda memfokuskan pada satu subjek yang berdekatan dengan kamera, DOF yang timbul akan lebih sempit dibandingkan saat Anda mengambil gambar berjauhan dari kamera.

Jauhkan posisi kamera dari subjek yang akan diambil untuk meningkatkan DOF, sebaliknya dekati subjek untuk mengurangi DOF. “

Focal Length

Teknik ketiga yang mempengaruhi DOF adalah Focal Length atau titik rentang lensa. Lensa SLR 35 mm, 50mm, lOOmm, dan sebagainya merupakan contoh dari rentang lensa. Untuk lensa zoom, rentang lensa dapat dikenal seperti 14-45mm, 28-70mm, dan sebagainya.

Misalnya Anda mengambil gambar sebuah bunga dengan lensa wide angle atau menggunakan rentang paling lebar pada sebuah lensa zoom (28mm), maka subjek bunga, rerumputan, serta objek-objek lain di depan dan belakang akan tampak tajam. Lakukan zoom in atau perpendek zoom pada focal length 80mm, Anda akan melihat DOF atau ruang tajamnya menjadi sempit.
Readmore → Memahami Kecepatan Shutter, Memahami Diagframa, Ruang Tajam (Depth of Field)

Mencoba Kamera sebelum Membeli, Fitur Tambahan

Mencoba Kamera sebelum Membeli


Kamera digital hampir sama dengan digital media lainnya, biasanya dilengkapi dengan menu dan tombol-tombol pengontrol untuk disesuaikan dengan keperluan kita. Beberapa kamera memiliki perintah yang mudah dimengerti dibanding jenis lainnya. Perbandingan mudah atau susah dapat Anda simpulkan jika sudah mencobanya.

Perhatikan juga time delay, dari mulai kita tekan tombol shoot sampai gambar selesai diambil (shutter lag). Ada kamera tertentu yang delay-nya sangat lama, tetapi ini juga berpengaruh dari kondisi ruang dan cahaya tempat kita mencoba kamera tersebut.

Coba juga lensa zoomnya (optical zoom), apakah dapat digunakan dengan mudah dan cepat. Ketahui juga berapa lama waktu yang harus ditunggu dari mulai menghidupkan kamera sampai kamera siap digunakan. Jangan lupa mencoba LCD dan viewfinder-nya.

Fitur Tambahan


Banyak kamera digital yang dilengkapi dengan fitur tambahan. Salah satu fitur yang selalu ada adalah kemampuan merekam gambar bergerak (video). Pada kamera digital, fitur ini hanyalah sebagai tambahan saja dan kemampuannya sangat terbatas. Anda sebaiknya tidak menentukan keputusan membeli kamera digital dari kemampuan kamera tersebut untuk merekam video. Hasil rekaman video dari kamera digital tidak akan bisa maksimal, kamera digital didesain untuk menghasilkan foto diam secara maksimum. Jika Anda lebih berniat merekam video, sebaiknya pertimbangkan untuk membeli handycam atau alat sejenis yang memang dibuat untuk merekam video.


Mengenal Kategori Kamera


Kamera digital terbagi menjadi beberapa kategori, di antaranya ditentukan oleh besaran piksel, tipe lensa, kemampuan mengatur manual, dan asesori tambahan lainnya. Spesifikasi ditentukan oleh kategori-kategori tersebut.

Kamera Web dan HP

Dapat dikatakan, webcam dan kamera HP merupakan bentuk dari kamera digital, meskipun pada pembahasan buku ini lebih banyak diaplikasikan untuk kamera dengan minimal spesifikasi Prosumer SLR atau paling tidak kamera Point and Shoot dengan kemampuan pengaturan manual.

Kamera HP dan webcam biasanya memiliki resolusi yang rendah (640-X-480 atau 320-x-200/240-pixel), meskipun ada beberapa penyedia HP yang memiliki resolusi sampai 3 MP, seperti Sony Ericcson K800.

Gambar dengan resolusi seperti ini dapat digunakan dalam e-mail atau web. Pada kamera seperti ini, pengaturan secara manual jelas tidak ada, focus juga berjalan secara otomatis.


Boleh jadi tipe kamera seperti ini sangat digemari oleh banyak pemakai. Hal ini mengingat harganya yang relatif terjangkau, fungsi-fungsinya mudah digunakan, serta memiliki bentuk yang praktis. 

Sebagian kamera model ini memiliki resolusi dari 3-6 megapixel, disertai fasilitas tambahan flash terintegrasi dan memiliki slot untuk kartu penyimpan. Sedangkan fasilitas zoom mencapai 3x untuk optical zoom dan 4x untuk digital zoom. Contoh kamera yang masuk dalam kategori jenis ini adalah Nikon L6 dan Sony Cybershot P200.




Model kamera ini lebih dikenal dengan mode prosumer. Kamera ini memiliki kemampuan yang hampir menyerupai kamera DSLR. Model kamera ini memiliki kemampuan optical zoom sampai 12 x, resolusi yang besar, dan viewfinder LCD yang dapat dibuka dan digeser ke kiri dan ke kanan.





Readmore → Mencoba Kamera sebelum Membeli, Fitur Tambahan

Thursday, April 6, 2017

The synergy of a CCTV security system implies the following functional scenario


The synergy of a CCTV security system implies the following functional scenario:

  1. Some alarm sensor will detect immediately an unauthorized intrusion or entry or attempt to remove equipment.
  2. A CCTTV camera located somewhere in the alarm area will be fixed on the location or maybe pointed manually or automatically (from the guard site) to view the alarm area.
  3. The information from the alarm sensor and CCTV camera is transmitted immediately to the security console, monitored by personnel, and/or recorded for permanent documentation.
  4. The security operator receiving the alarm information has a plan to dispatch personnel to the location or to take some other appropriate action.
  5. After dispatching a security person to the alarm area, the guard resumes normal security duties to view any future event.
  6. If after a reasonable amount of time die person dispatched does not neutralize the intrusion or other event, the security guard resumes monitoring that situation to bring it to a successful conclusion.

Use of CCTV plays a crucial role in the overall system plan. During an intrusion or theft, the CCTV system (when signaled by the intrusion alarm) provides information to the guard, who must make some identification of the perpetrator, assess the problem, and respond appropriately. An installation containing suitable and sufficient alarm sensors and CCTV cameras permits the guard to follow the progress of the event and assist the response team in countering the attack.

The use of CCTV to track an intruder is most effective. With an intrusion alarm and visual CCTV information, all the elements are in place for a timely, reliable transfer of information to the security officers. For maximum effectiveness, all parts of the security system must work properly; for total success, each part must rely on the others. If an intrusion alarm fails, the command post cannot see the CCTV image at the right location and the right time. If the CCTV fails, the guard cannot identify the perpetrator even though he may know that an intrusion has occurred. If a security officer is not alert or misinterprets the alarm and CCTV input, the data from either or both are not processed and acted upon and the system fails.

In an emergency, such as a fire, flood, malfunctioning machinery, burst utility pipeline, and so on, the operation of CCTV, safety sensors, and human response at the console are all required. CCTV' is an inexpensive investment for preventing accidents and minimizing damage when an alarm, a CCTV camera can quickly ascertain whether the event is a false alarm, a minor alarm, or a major event. The automatic sprinkler and fire alarm system might alert the guard to the event, hut the CCTV “eyes” viewing the actual scene prior to the emergency team’s dispatch often save lives and reduce asset losses.

In a security violation, if a sensor detects an intrusion, the guard monitoring the CCTV camera can determine if the intrusion requires the dispatch of personnel or some other response. In the event of a major, well-planned attack on a facility by a terrorist organization or other intruder, a diversionary tactic such as a false alarm can quickly be discovered through the use of CCIV, thereby preventing an inappropriate response.

To justify expenditures on security and safety equipment, an organization must expect a positive return on investment; that is, the value of assets protected must be greater than the amount spent on security, and the security system must adequately protect personnel and visitors. An effective security system reduces theft, saves money, and saves lives.
Readmore → The synergy of a CCTV security system implies the following functional scenario